Akankah musibah itu datang lagi ?

Beberapa waktu yang lalu saya sempat mengobrol dengan seorang sahabat maya saya yang menceritakan tentang pengalaman pribadinya, yang dalam penilaian saya pribadi cukup mengejutkan dan mencengangkan, sekaligus mengerikan. Memang ceritanya agak berbau horor, yang benar-benar bisa membuat bulu kuduk berdiri kalau saja saya bisa berhadapan dengan sahabat maya saya itu.

Berawal dari musibah dialami oleh pacar sahabat saya itu, yang sempat mengalami koma selama 2 hari. Pada saat koma itulah pacar sahabat saya itu mengalami pengalaman spiritual yang mungkin bagi sebagian orang bisa dianggap tidak masuk akal, diantaranya bahwa dia pada saat mengalami koma tersebut telah diajak oleh dua orang yang tidak dikenalnya untuk berjalan kebeberapa tempat yang bagi manusia yangmasih hidup tidak mungkin untuk mendatanginya, yaitu melihat surga dan neraka. Tidak hanya itu saja, pada saat koma itu pula dia diperlihatkan eberapa kejadian yang akan terjadi dimasa-masa yang akan datang, termasuk diantaranya beberapa musibah yang akan diturunkan oleh Allah, sebagai hukuman bagi umat manusia yang sudah sangat rusak akhlaqnya. Dan setelah beberapa lama sang pacar itu menceritakan semua pengalaman spiritualnya itu, sang pacar dipanggil kembali oleh Yang Maha Kuasa untuk selama-lamanya.

Apa yang saya ceritakan diatas bisa saja anda percaya, bisa juga tidak anda percaya, itu adalah pilihan kita masing-masing. Tetapi ada satu hal yang yang mungkin terlupakan dari perhatian kita, bahwa aa yang telah disampaikan sang pacar itu adalah sebuah keniscayaan.

Telah banyak kisah-kisah dari umat manusia terdahulu yang telah mengalami berbagai macam musibah dan hukuman dari Allah, oleh karena perbuatan mereka sendiri. Semua itu adalah sebuah keniscyaan yang menjadi rumus kehidupan bagi manusia. Ketika perbuatan-perbuatan yang merusak dan negatif merajalela, maka bisa dipastikan berikutnya akan turun azab atau hukuman dari Allah.

Bersyukurlah kita, karena masih ada beberapa manusia yang “dapat” menahan turunnya azab itu dengan perbuatan-perbuatan baik dan terpuji mereka. Merekalah yang telah meluluhkan kemurkaan Allah, sehingga setidaknya azab yang  akan diturunkan dipending untuk sementara waktu atau bahkan digagalkan.

Adalah sebuah kehormatan bagi seorang manusia, apabila dia termasuk salah satu manusia yang bisa menyelamatkan sesamanya dari azab Allah, walaupun mungkin dia sendiri tidak berniat seperti itu, dan tidak ada yang peduli kepadanya. Karena memang sudah menjadi kewajiban bagi manusia untuk beribadah kepada Allah, dengan dan atau tanpa alasan apapun. Dia beribadah bukan karena takut ancaman atau takut akan cerita-cerita diatas, bukan pula karena takut akan banyaknya ramalan-ramalan dari paranormal yang semakin hari semakin pintar saja untuk mengetahui masa depan manusia.

Sekali ada suatu kewajiban, maka hal itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Apakah anda termasuk orang yang suka menawar kewajiban dari Allah ?

Did you like this? Share it:

Leave a Reply

Your email address will not be published.