Akhirnya Sierra Wireless Compass 885

Setelah setahun lebih beberapa hari saya menggunakan Huawei E220 sebagai modem untuk koneksi internet saya, sekitar 2 hari yang lalu bersamaan dengan rewelnya koneksi Telkomsel Flash, modem kesayangan saya itu mohon ijin untuk istirahat selama-lamanya.

Diawali dengan kejadian unplug sendiri beberapa kali pada saat sednag online, dan kemudian menjadi semakin parah, saat sang E220 hanya dapat dikenali beberapa detik oleh PC saya, berikutnya dia unplug atau keluar sendiri, begitu seterusnya berulang-ulang. Bahkan sempat saya coba untuk memasangnya di PC yang lain, dan bahkan dilaptop juga tetap pada pendiriannya, mohon ijin untuk istirahat rupanya sudah menjadi pilihan terakhir modem ini.

Dengan berat hati, akhirnya saya relakan juga untuk mengistirahatkan modem yang dulu saya beli seharga 1,25 juta itu. Dan berikutnya berbekal dengan beberapa informasi hasil review beberapa rekan diberbagi forum, dan sedikit nekat menggunakan dana hasil hutang, saya bulatkan hati untuk mencoba menggunakan merk yang berbeda, pilihan saya jatuh pada Sierra Wireless Compass 885.

Modem yang berbentuk seperti flashdisk ini memebutuhkan perlakuan yang berbeda dengan modem saya sebelumnya, terutama saat pertama kali melakukan penginstalan, bagi saya yang masih awam dunia permodeman cukup membingungkan. Karena proses instalasi tidka cukup hanya menggunakan software dan driver yang ada pada memory modem, tetapi masih harus menginstall software 3G Watcher dan driver yang sudah jadi satu dalam sebuah CD yang memang disertakan saat pembelian.

Sesaat setelah penginstalan berjalan sukses, sedikit kagok juga dengan tampilan software untuk koneksinya, karena emang berbeda jauh dengan yang dimiliki oleh, baik dari segi tampilan maupun tata letak menunya. Tetapi dengan tekad yang membaja, saya berhasil memahami isi software ini, plus beberapa trik yang saya dapat dari beberapa forum terkait dengan modem Sierra ini.

Perbedaan yang saya rasakan antara Huawei E220 dengan Sierra 885, yang paling utama adalah PANAS, Sierra 885 ini ternyata lebih panas dari Huawei E220, mungkin karena bodynya yang lebih kecil dari Huawei E220. Tapi pada sisi lain, saya rasakan Sierra 885 ini lebih baik dalam daya tangkap sinyalnya, lebih stabil kalau saya perhatikan dibanding Huawei E220. Selain itu pad aSierra 885 ini terdapat jack untuk antena external, yang tidak ada pada Huawei E220. Perbedaan yang lain tidak terlalu banyak, atau mungkin karena saya masih baru memakainya, jadi belum tahu benar apa kelebihan dan kekurangannya

Did you like this? Share it:

8 thoughts on “Akhirnya Sierra Wireless Compass 885

  1. Yohan

    Sebenernya hanya cukup 3G watcher saja kok, nggak usah pake yang lain, sepanjang nginstall modem keluarga sierra guwe hanya pake 3G watcher, lainnya nggak dipake.

  2. Yagami

    coba FW-nya di update, btw, 3g Watcher terbarunya dah bisa running di Win 7, saya dah coba di Win 7 prof 64 bit lancar lancar aja, oya… saya hampir 24jam online pake modem ini ^^;

  3. d4uz

    Yup, untuk modem sierra, cukup menginstal 3G Watcher aja udah langsung keinstal drivernya..
    Malah untuk modem yang built Software Operator (misal at&t), tidak disarankan untuk menginstal software bawaan modem tersebut..

  4. thepenks

    selama ini banyak yang posting tentang penjualan modem sierra 885 ini.. tapi untuk servis [kalau masa garansi habis] nya dimana? ada yang tahu??

  5. yuki

    saya mau minta driver nya donk , soalnya saya punya modem seperti ini cd drivernya hilang , n laptop ane dah ganti , jadi saya kesulitan untuk pakenya. trims

Leave a Reply

Your email address will not be published.