Antara premium dan pertamax

Memiliki sebuah motor baru ternyata tidak selalu bisa menyenangkan hati, disatu sisi memang ada rasa suka cita karena punya motor baru, tetapi disisi lain muncul kebimbangan terutama dalam hal penggunaan BBMnya. Dimana saat ini pemerintah sedang melakukan sosialisasi penggunaan BBM non subsidi untuk beberapa jenis kendaraan bermotor yang diproduksi mulai tahun 2005 kebawah. Yang sebelumnya biasa menggunakan BBM bersubsidi yaitu premium, harus mulai berbalik arah menggunakan BBM non subsidi, pertamax atau pertamax plus, yang harganya cukup jauh berbeda.

Kebimbangan ini muncul karena pertimbangan ekonomis, dimana saat ini harga premium hanya Rp. 4.500,- sedangkan harga pertamax Rp. 7.000,-. Perbedaan harga yang cukup jauh ini yang kemudian membuat saya berpikir ulang, apakah tetap akan memaksa menggunakan premium ? yang ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi mesin motor yang mengharuskan menggunakan BMM dengan nilai oktan yang lebih tinggi, ataukah akan menggunakan pertamax ? dengan resiko harga yang lebih mahal.

Namun demikian pada akhirnya saya putuskan untuk menggunakan pertamax, mengingat beberapa pertimbangan berikut, dengan mengesampingkan pertimbangan ekonomi :

  1. Standart mesin mengharuskan menggunakan pertamax, kalau dipaksakan menggunakan premium, maka usia mesin akan berkurang.
  2. Adanya program pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM, dalam hal saya sebagai warga negara wajib ikut serta berpartisipasi. Bukan karena soal ada uang lebih untuk membeli BBM yang harganya lebih mahal, hanya saja kalau kita sendiri tidak peduli dengan program pemerintah kita sendiri, akapan negara ini bisa lebih maju ?
  3. Premium adalah BBM bersubsidi yang merupakan hak kelompok masyarakat yang memang harus disubsidi oleh pemerintah. Apakah saya tidak berhak untuk mendapat subsidi ? Tentu saja semua warga negara berhak mendapat subsidi pemerintah, tetapi hal itu akan mengurangi jatah bagi mereka yang sangat membutuhkan subsidi. Lebih ekstrem lagi, kalau saya tetap memaksa untuk menggunakan BBM bersubsidi ini, maka menurut kaidah ajaran Islam, saya telah mengambil hak orang lain yang lebih membutuhkan, dan ini dalam kamus ajaran Islam disebut Dzalim.
Did you like this? Share it:

2 thoughts on “Antara premium dan pertamax

Leave a Reply

Your email address will not be published.