Belajar dari krisis keuangan global

Kerakusan manusia ternyata memang sangat berbahaya, bukan hanya untuk dirinya, bahkan terkadang bahanya juga akan mengenai orang-orang terdekatnya, shahabat-shahabatnya maupun orang-orang yang hanya sekedar menjadi partner jauhnya, yang dalam kehidupan sehari-harinya tidak saling mengenal dengan baik.

Salah seorang yang dianggap paling besar pengaruhnya terhadap ambruknya perekonomian dunia akhir-akhir ini adalah Bernard Lawrence “Bernie” Madoff, sebagaimana ditulis oleh Dahlan Iskan, CEO Jawapos Group. Bernie, demikian dia dikenal memang menjadi perhatian kalangan bisnis diAmerika belakangan ini, terkait dengan ditahannya Bernie karena tuduhan penipuan uang nasabahnya yang hampir berjumlah $5o Milyar atau sekitar Rp. 600 Trilyun.

Bernie yang juga seorang yahudi tulen ini, memang memiliki banyak nasabah multimilyarder dari banyak negara, mereka banya menitipkan uangnya pada Bernie antuk dikembangkan dengan imbalan bunga yang sangat tinggi. Bahkan kalau saja mereka yang memiliki banyak uang itu mau menghitung secara rasional, tentu mereka tidak akan menitipkan uangnya pada Bernie, mengingat begitu tingginya bunga yang ditawarkan Bernie.

Usut punya usut, ternyata Bernie menjalankan bisnisnya dengan model Ponzi. Model Ponzi adalah model piramida, dimana yang menyetorkan uang paling awal dialah yang akan banyak mendapatkan revenue atau keuntungan, sedangkan yang menyetor uang terakhir bakaln gigit jari, karena uangnya dijadikan sebagai revenue tadi.

Dan karena memang orang-orang multimilyarder yang menjadi nasabahnya, tentu uang yang mereka titipkan pada Bernie tidaklah kecil jumlahnya, beberapa diantaranya bernilai trilyunan rupiah. Karena itu ketika mereka berupa untuk menarik kembali uangnya, ketika kegoncangan ekonomi muali menerpa mereka, Bernie tidak lagi dapat mengembalikannya, karena sebagian besar uang itu telah dibagi-bagi untuk nasabah yang lain sebagai revenue.

Dan pada akhirnya Bernie-pun ambruk bersama keserakahannya, begitu pula nasabahnya yang juga begitu tamak untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar tanpa harus repot-repot bekerja.

Did you like this? Share it:

3 thoughts on “Belajar dari krisis keuangan global

Leave a Reply

Your email address will not be published.