Belajar pada Bonsai

Suatu hari iseng-iseng memperhatikan bunga-bunga bonsai yang ditanam disebuah taman. Tampak beberapa pot berisi bunga kerdil ini, usianya seperti sudah ratusan tahun, dengan ranting yang meliuk-liuk, semakin membuatnya lucu dan menggemaskan.
Tapi pernahkah anda memperhatikan pembuatannya? Ya… pembuatan bungabonsai. Selain butuh ketalatenan, ketelitian dan kehalian juga, sebab memang tidak sembarang orang bisa membuat bunga bonsai yang mungil dan

Proses seperti itu hampir sama dengan tahapan-tahapan yang harus dilaluiseorang manusia, agar dia bisa sesuai dengan yang dicita-citakan.Semakin muda manusia itu, semakin mudah dia untuk diarahkan. Nah sekarang tinggal kita yang bertanggung jawab pada manusia-manusia muda ini, kemana kita akan mengarahkannya ?. Semua manusia diciptakan dalam kondisi fitrah, bersih dari segala macam kekotoran, layaknya sehelai kertas putih, dan orang tunya yang bisa bisa mengarahkannya menjadi orang baik atau menjadi pendurhaka.

Tapi bagaimana bila ranting itu sudah tua dan keras ? Kadang tidak ada lagi pembuat bunga bonsai yang melirik, alih-alih mengambilnya untuk diwujudkan dalam keindahan bunga bonsai. Layaknya bunga bonsai, manusiapun ketika semakin tua, maka akan semakin sulit mengarahkannya, karena semakin keras dan kokoh pola pikir dan prilakunya.

Maka berhati-hatilah dengan kebiasaan-kebiasaan anda, perhatikan oleh anda sendiri, bagaimanakah pola pikir dan prilaku anda ? sudah sesuaikah dengan tuntunan agama ? karena semakin lama anda terbiasa dengan kehidupan yang anda jalani, semakin sulit untuk mengubahnya. Bahkan mungkin akan menyebabkannya patah dan berkeping-keping…

Did you like this? Share it:

One thought on “Belajar pada Bonsai

  1. Fa

    lho… kok tulisane terpotong2 kayak puisi gini sih? apa bawaan yg lagi deg2an nunggu kelahiran anak pertama ya? 😀

    ho’oh kali yeee…

Leave a Reply

Your email address will not be published.