Beratnya melaksanakan ibadah haji

Di pagi buta, sesaat setelah shalat subuh, para jamaah haji rombngan KBIH Asy-Syafa’ah itu telah banyak berkumpul dihalaman Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1. Beberapa diantaranya masih terlihat sedih karena harus meninggalkan keluarga tercintanya, tapi beberapa wajah yang lain tampak begitu bahagianya, karena dapat menunaikan panggilan suci, kewajiban bagi semua umat Islam yaitu melaksanakan ibadah haji.

Jarak rumah saya dengan lokasi pemberangkatan cukup dekat, sehingga saya bisa melihat dengan jelas raut muka para calon jamaah haji itu dengan cukup jelas. Bagi yang belum pernah melaksanakan ibadah haji, perjalanan ini pasti akan terasa sangat berat, berat berpisah dengan orang tua, anak, dan keluarga lain yang sangat mereka cintai. Berat untuk meninggalkan sahabat, teman-teman bekerja, tetangga yang begitu baik, dan bahkan berat sekali untuk melangkahkan kaki meninggalkan suasana rumah yang begitu membahagiakan.

Tetapi semua kesedihan, kegelisahan dan kecemasan itu akan sirna, tatkala mereka tiba di dua kota suci, Makkah al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah. Ketika pertama kali mereka melihat Ka’bah dipusat Masjidil Haram, semua itu akan terbayar. Ketika mereka akan berhadapan dengan Rasulullah SAW, mereka tidak akn lagi bisa mengingat kesedihan yang begitu tampak saat ini.

Hari ini, saya kembali teringat masa-masa diahun 2007, saat saya menunaikan ibadah haji. Dan hari ini bukan kesedihan yang muncul dalam hati saya, tetapi kerinduan yang teramat sangat kepada Rasulullah SAW dan Ka’bah yang sungguh sukar untuk diabaikan. Suatu saat kelak, mereka yang berangkat hari ini, pasti akan merasakan apa yang sedang saya rasakan saat ini.

Selamat Jalan Para Tamu Allah SWT, semoga mendapatkan Haji yang mabru. Amin.

Did you like this? Share it:

One thought on “Beratnya melaksanakan ibadah haji

Leave a Reply

Your email address will not be published.