Catatan dari Mekkah

Beberapa hari ini aku mengunjungi beberapa tempat dibelahan dunia nun jauhnya sekitar 8000 kilometer dari rumahku. Sebuah tempat yang penuh dengan daya tarik spiritual, bertabur tangis dan doa, penuh dengan orang-orang yang mempersembahkan dirinya secara total kepada Penciptanya. Tidak ada pesta dan kesenangan duniawi, yang ada hanyalah kecintaan dan kerinduan pada Yang Maha Kuasa.
Rindu dendam tercurahkan semua ditempat itu, hingga seakan ingin kuledakkan dada ini untuk kukeluarkan seluruh kerinduanku.
Hari demi hari, dan waktu demi waktu kujalani dengan penuh perasaan. Karena ketika itu aku merasa sedang berada didalam seuah pusat pusaran manusia. Semua terhanyut dalam lantunan doa-doa dan puji-pujian kepada Sang Pencipta. Ya memang tidak ada yang lain ketika itu, hanya persembahan diri untuk mengabdi dan memohon ampunanNya.
Hatiku begitu tergetar ketika kulihat pintu-pintu besar yang akan mengarahkanku untuk masuk kedalam pusaran manusia itu.
Langkah-langkahku tidak terasa berat lagi, walaupun badan ini belumberistirahat. Rasa penasaranku kian bertambah ketika aku memasuki bangunan yang begitu megah dan indah. Dipenuhi dengan perhiasan duniadan akhirat yang sangat menawan.
Hingga akhirnya aku bisa melihat pusat pusaran itu, berwarna hitam dengan pernak-pernik kaligrafi berwarna keemasan. Kutitikkan air mata ketika melihatnya pertama kali.
Ya… inilah pusat pusaran manusia,yang berputar tiada henti, layaknya denyut jantungku yang berdetak tana henti.

Tak terasa air mata semakin mengalir ketika aku juga larut dalam pusaran itu. Sebuah keindahan, ketenangan, keagungan yang tidak terbayangkan dan tidak tergambarkan sebelumnya.

Did you like this? Share it:

Leave a Reply

Your email address will not be published.