Jumlah rakaat shalat tarawih (bagian 2)

Setelah menetapkan shalat tarawih secara berjamaah, maka langkah berikutnya yang dilakukan oleh Sy Umar ra adalah menertibkan jumlah rakaat shalat tarawih dan memperpendek bacaannya sesuai jumlah rakaat shalat, karena dengan demikian dapat dirasa lebih ringan oleh makmum daripada harus shalat dengan rakaat yang panjang. Selain itu, ketika sy Umar mengatakan : “ini adalah sebaik-baik bid’ah”, dimaksudkan untuk pelaksanaan shalat tarawih diawal waktu malam, hal ini tidak seperti yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW, yang melaksanakannya pada waktu tengah malam atau akhir malam.
Beberapa kalangan dari salaf al shalih melaksanakan shalat tarawih ini sejumlah 40 rakaat, dan menambahkan shalat witir 3 rakaat. Sebagian yang lain 36 rakaat, dan menambahkan witir 3 rakaat, dan masih sebagian lain yang melaksnakannya dengan jumlah yang berbeda.
Dari Yazid ibn Ruman, mengatakan : Pada mas Umar, umat Islam melaksanakan tarawih dibulan Ramadlan sejumlah 23 rakaat.(Riwayat Malik dalam al Muwaththa’)
Dari Sy Sa’ib ibn Yazid ra, mengatakan : ” Umat Islam pada Umar melaksanakan shalat tarawih sejumlah 23 rakaat, dan paa masa Ustman merka melaksanakan tarawih sampai dengan 200 rakaat, bahkan mereka sampai bertahan pada tongkatnya karena terlalu lama berdiri.” (RIwayat al Baihaqi dalam al Sunan Al Kubra)
Al Marwazi meriwayatkan dari Zaid ibn Wahab, mengatakan : “Abdullah ibn Mas’ud melaksanakan shalat dibulan Ramadlan selama semalam suntuk”. al A’masy berkata : “beliu melaksanakan shalat tarawih sejumlah 20 rakaan dan witir 3 rakaat.”
Daud ibn Qais berkata : ” Saya menjumpai umat Islam diMadinah pada masa pemerintahan Aban ibn Uthman dan Umar ibn Abdul Aziz melaksanakan shalat itu sejumlah 36 rakaat dan witir 3 rakaat.”
Dari Nafi’, dia berkata : ” Saya hanya bisa menjumpai umat Islam melaksanakan shalat itu sejumlah 39 rakaat bersama dengan witirnya.”
Dari Imam Malik, sebagaimana disampaikan al Hafidz Ibn Hajar, beliau berkata : “Menurut kami (penduduk Madinah) shalat tersebut berjumlah 39 rakaat dan Menurut penduduk Makkah sejumlah 23 rakaat, dan tdiak ada yang merasa keberatan dengannya.”
Diriwayatkan dari Imam Malik juga, beliau berkata : “Jumlah rakaat shalat tarawih adalah 46 rakaat dan witir 3 rakaat.”
Dari Zararah ibn Aufa, meriwayatkan bahwa penduduk Bashrah melaksanakannya dengan 34 rakaat dan witri 3 rakaat. dan dari Sy Sa’id ibn Jubair ra, jumlahnya 24 rakaat.
Dari Ishaq ibn Manshour, berkata : aku bertanya kepada Ahmad Ibn Hanbal : “berapa jumlah rakaat shalat qiyam al lail pada bulan Ramadlan ?” beliau menjawab : “Ada banyak pendapat, diantaranya 40 rakaat, sesungguhnya itu hanyalah shalat sunnah).”
Al Turmudzi berkata : “jumlah yang paling banyak yang sebutkan adalah 42 rakaat beserta witirnya.”
Mencermati beberapa pendapat diatas, maka para imam madzhab dan para ahli fiqihnya berbeda pendapat mengenai jumlah rakaat shalat tarawih, dengan penjelasan sebagai berikut :
Kelompok Syafi’iyah, Hanafiyah dan Hanbaly, menyatakan jumlahnya 20 rakaat dengan 10 kali salam, sebagaimana dilaksanakan oleh para shahabat pada masa usthman ra dan Ali ra. Pendapat ini didukung pula oleh penyusun kitab Fiqh al Sunnah dan Madzhb Daud Al Dzahiri.
Imam Syafi’i mengatakan : “Demikianlah kami menjumpai shalat yang dilaksanakan di Makkah, berjumlah 20 rakaat.”
Imam Malik berpendapat : Bahwa jumlah rakaat shalat tarawih adalah 46 rakaat selain witir, sebagaimana diriwayatkan oleh al Hafidz Ibn Hajar.
Diriwayatkan pula dari Imam Malik, beliau berkata : “Perkara ini (shalat tarawih) menurut kami berjumlah 39 rakaat.” dengan maksud shalat tarawih 36 rakaat dan witir 3 rakaat.

Diterjemahkan dari Mausu’ah Yusufiyah Fi Bayan Adillah al Shufiyah oleh Syaikh Yusuf Khathar Muhammad

Did you like this? Share it:

4 thoughts on “Jumlah rakaat shalat tarawih (bagian 2)

  1. afiq

    kok ndak ada ya yang mengabarkan 8 roka’at? lha terus 8 itu dapet dari mana? hehehehe.. tanya ke napa…

Leave a Reply

Your email address will not be published.