Kiat menghadapi sertifikasi guru dalam jabatan

Sertifikasi guru dalam jabatan, adalah satu hal yang ditunggu banyak guru di seluruh nusantara. Karena nantinya setelah mendapatkan sertifikat yang menandakan kelayakan sebagai guru, ada sebuah harapan meningkatnya kesejahteraan yag bisa dinikmati oleh guru yang bersertifikat ini. Walaupun hingga saat ini, banyak guru yang telah lulus sertfikasi, belum juga bisa menikmati haknya itu. Tetapi paling tidak mereka telah lulus sertifikasi, daripada yang namanya masih belum masuk daftar sama sekali.

Kalau saya melihat beberapa guru yang sedang melakukan proses pemberkasan portofolio untuk sertifikasi mereka, ada beberapa hal yang cukup menggelitik ketika memperhatikan situasi yang mereka hadapi, misalnya ketika mereka bingung mengumpulkan sertifikat-sertifikat, piagam, SK, Surat Tugas dan lain-lain yang bisa menambah skor mereka, agar bisa lulus dalam seleksi portofolio ini.

Padahal sebenarnya kebingungan ini bisa dihindari dengan beberapa kiat berikut :

  1. Siapkan jauh-jauh hari berbagai dokumen yang dianggap perlu, bahkan yang sekarang dianggap tidak perlu pun tidak ada salahnya dipersiapkan juga, siapa tau dibelakang hari nanti malah berguna.
  2. Sering berkonsultasi dengan pembimbing yang telah ditentukan, karena para pembimbing itulah yang tahu informasi tentang apa yang diinginkan oleh LPTK, misalnya kemarin ada beberapa berkas sertifikasi yang sudah siap disetorkan, lengkap dengan penjilidannya, terpaksa harus dibongkar ulang karena harus ada perubahan yang pengumumannya sangat mendadak dari LPTK.
  3. Jangan terlalu “ngoyo”, karena kalau seandainya masih belum lulus portofolio, nantinya akan diikutkan DIKLAT. Banyak guru yang berjuang ekstra keras mengorbankan tenaga, pikiran dan bahkan biaya yang tidak sedikit, malah tidak lulus. Jadi sebaikanya seadanya saja yang dimasukkan dalam berkas portofolio.
  4. Penjilidan sebaiknya dilakukan menjelang penyerahan terakhir, karena khawatir terjadi perubahan urutan berkas sertifikasi. Kecuali bisa dipastikan tidak akan ada lagi perubahan atas berkas portofolio itu.
  5. Lakukan kordinasi dengan beberap rekan yang juga mengikuti pemberkasan sertifikasi, karen apling tidak nanti bisa saling mengingatkan tentang kekurangan masing-masing.
  6. Mulai saat ini perbanyaklah mengikuti kegiatan-kegiatan dibidang kependidikan, misalnya pelatihan, diklat, seminar, forum ilmiah, menulis jurnal, melakukan penelitian dll,
Did you like this? Share it:

One thought on “Kiat menghadapi sertifikasi guru dalam jabatan

  1. OHA

    Kenapa sertifikasi begitu penting sekarang ini?
    apakah ini sudah mulai bergesernya nilai dari pendidikan itu sehingga perlu parameter-parameter tersendiri untuk mengukur yang akhirnya selalu berkorelasi terhadap pendapatan/ incame
    padahal awalnya pendidikan berangkat dari nilai keikhlasan dalam berbagi dan mengapdi
    apakah ini tidak akan mengukung nilai dari pendidikan tersebut.
    perlu memang tapi apa sebegitu dasyatnya sampai mengurangi nilai hakikinya?
    Konsep pendidikan yang bergeser membuat bobot pn bergeser.
    coba dilihat berapa guru/ tenaga pendidik mulai cuek denan ” berapa anak didikku yang tidak lulus?”
    janganlah sertifikasi nantinya malah menggeser nilaihakikinya. Ikhlas dan keberkahan ilmu. berlanjut……..

Leave a Reply

Your email address will not be published.