Kisah suskes mencium hajar aswad

Mencium hajar aswad yang berada dibagian pojok ka’bah adalah impian semua orang yang dapat berkunjung kemasjidil haram, tapi sayangnya tidak semua orang berkesempatan mencium batu ini, dan bahkan kebanyakan hanya bisa melambaikan tangan saja dari kejauhan. Hal ini terjadi karena kerumunan orang-orang yang akan mencium hajar aswad ini begitu berjubel dan dalam jumlah yang sangat banyak, tidak sedikit kemudian menjadi pesimis untuk bisa mencium hajar aswad ketika melihat ribuan manusia yang antri dengan semrawut itu saling berebutan, sehingga agak menimbulkan sedikit rasa takut akan keselamatan jiwa.

Selain faktor keberanian untuk ikut berebut disamping multazam itu, ada juga beberapa orang yang bisa mencium hajar aswad karena faktor “hoki” atau keberuntungan. Tiba-tiba saja orang tersebut merasakan ada jalan yang begitu mudah bagi dirinya untuk bisa mencium hajar aswad ditengah ribuan orang yang berjubel itu.

Saya pribadi ketika melaksanakan ibadah haji, hanya sempat sekali mencium hajar aswad, hari-hari berikutnya saya tidak lagi bisa mendekatinya, bahkan walau hanya untuk menyentuhnya saja. Setelah saya kembali ketanah air, saya selalu teringat dengan saat-saat dimana saya sedang mencium batu yang sudah ada sejak masa Nabi Ibrahim AS itu. Saya merasakan jalan untuk mencium hajar aswad ketika itu begitu mudahnya, hanya butuh beberapa menit, saya sudah berada didepan lubang itu dan tinggal memasukkan kepala saja.

Keberhasilan tersebut saya dapat setelah 3 hari saya berjuang untuk bisa menciumnya, hingga pada hari ketig sudah mulai muncul rasa putus asa karena usaha saya tidak kunjung berhasil, selalu saja terlempar oleh dorongan ribuan manusia itu. Sampai akhirnya dengan rasa putus asa saya berdoa di Multazam, yaitu sebuah tempat yang berada diantara pintu ka’bah dan hajar aswad, memohon kepada Allah SWT agar diberikan jalan untuk bisa mencium hajar aswad walau cuma sekali saja.

Tiba-tiba saya merasakan dorongan yang begitu kuat dari orang dibelakang saya, sehingga saya terpepet ketempat polisi Saudi yang biasanya selalu berjaga disampig hajar aswad itu, disitu saya menemukan pegangan untuk menarik tubuh saya kearah hajr aswad itu, dan sekali lagi tiba-tiba orang dibelakang saya itu mendorong tubuh saya sekali lagi, Subhanallah… tiba-tiba saya sudah berada persis didepan hajar aswad, walau kondisi agak gelap karena cahaya lampu terhalang oleh ribuan manusia dibelakang saya.

Agak lama saya terpaku didepan hajar aswad itu, karena saya ragu apa benar ini hajar aswad ? yang sudah dua hari ini saya berusaha untuk mencapainya. Apakah semudah ini saya bisa berada didepannya sekarang ? sungguh diluar dugaan dan perkiraan saya.

Tiba-tiba sekali lagi, sesosok tangan mendorong kepala saya untuk masuk kedalam lubang itu dan mencium hajar aswad itu. Saya tidak tahu itu tangan siapa. Subhanallah…

Did you like this? Share it:

Leave a Reply

Your email address will not be published.