Komputerisasi perpustakaan

Dijaman yang sudah serba terkomputerisasi seperti ini, bekerja dengan komputer seakan sudah menjadi kewajiban, setidaknya untuk meringankan beban kerja yang terkadang butuh waktu dan tenaga yang lebih banyak apabila tidak dikerjakan dengan menggunakan komputer. Demikian halnya dengan perpustakaan, baik milik pribadi maupun instansi tertentu, tentu akan sangat menyulitkan bila semua pekerjaannya dikerjakan secara manual, terkait dengan pemberian label, coding, adminitrasi anggota, sanksi dan masih banyak kebutuhan yang lain terkait dengan pekerjaan sang pustakawan.

Karena itu tidaklah salah apabila kita menggunakan komputer untuk membuat semua pekerjaan itu lebih mudah, tentunya dengan menggunakan software khusus dibidang perpustakaan. Bagi anda yang memiliki dana pengembangan perpustakaan yang berlebih, mungkin bisa saja memesan software yang sesuai dengan keinginan. Tapi bagi yang dananya hanya pas-pasan, tidak ada salahnya untuk mencoba menggunakan software open source atau software gratisan yang cukup banyak ditawarkan.

Diantara beberapa software tersebut ada beberapa diantaranya yang bisa diakses secara multi user, namun ada juga yang hanya bisa diakses oleh single user saja. Software perpustakaan yang bisa diakses secara multi user akan lebih berdaya guna bila digunakan didalam sebuah jaringan komputer, sehingga semua user yang mempunyai akses kekomputer perpustakaan bisa mempergunakan software tersebut dalam waku yang bersamaan.

Selain itu software-software ini ada juga bisa langsung diinstall, tanpa membutuhkan software pendukung, tetapi ada juga yang masih membutuhkan software pendukung, misalnya aplikasi webserver, seperti XAMPP, APACHE WEBSERVER dan beberapa aplikasi sejenis yang lain.

Secara pribadi saya lebih menyukai software yang bisa dipergunakan secara multi user, karena bisa diakses dari berbagai tempat. Setidaknya saya pernah mencoba 2 software perpustakaan ini, diantaranya adalah OTOMIGENX dan SENAYAN. Dengan masing-masing kelebihannya, kedua software ini patut untuk dipertimbangkan bila akan melakukan otomatisasi perpustakaan. Dan tentu saja, disana-sini masih ada beberapa kekurangan dan bug, namun selama saya menggunakannya, bug tersebut belum mengganggu pelayanan perpustakaan.

Did you like this? Share it:

4 thoughts on “Komputerisasi perpustakaan

Leave a Reply

Your email address will not be published.