Mari mempererat tali silaturrahmi (1)

Dua hari ini saya menghadiri undangan Haul Syaikh Isma’l bin Abdullah di pulau Madura, berangkat dari Malang sekitar pukul 13.00 wib, dan sampai di Masjid agung Sunan Ampel sekitar jam 17.00, sejenak berziarah kemakam Sunan Ampel, kemudian dilanjut dengan sholat maghrib. Selepas shalat maghrib perjalanan dilanjutkan menuju dermaga Ujung untuk menyeberang kepulau Madura. Penyeberangan ini menghabiskan waktu sekitar 30menit saja, sambil menikmati angin laut yang cukup kencang terasa agak hangat menyapu wajah yang sudah lumayan capai, terlihat samar-samar dikejauhan tonggak jembatan SURAMADU tinggi menjulang. Setelah merapat didermaga Kamal Madura, perjalanan dilanjutkan menuju Makam Syaikh Kholil bin Abd. Latif di Bangkalan Madura. Beliau dianggap sebagai guru para kiai dipulau jawa, karena memang tidak sedikit para santri beliau yang menjadi kiai terkenal dan diakui keahliannya.

Sekitar jam 19.30 wib perjalanan berlanjut menuju Lomaer Blega Bangkalan, didesa tersebut saudara sepupu saya tinggal, kebetulan beliau membina sebuah pesantren sejak lama, dan dirumah beliaulah saya bersama kelaurga menginap, untuk melanjutkan perjalanan esok pagi menuju desa Umbul Tambelangan Sampang, tempat acara haul akan dilaksanakan. Keesokan harinya, setalah berziarah kemakam KH Zayyadi, kami melanjutkan perjalanan menuju desa umbul, dan sebelum sampai di tempat acara berlangsung, saya dan keluarga mampir didusun Sumber Baru, dan berziarah kemakam KH Syamsuddin. Baru kemudian menuju ketempat acara didusun Kebun Timur, Umbul Tambelangan Sampang.

Sekitar jam 7.30 wib, acara dimulai dengan pembacaan khotmil qur’an, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa-doa, dan diakhiri dengan mau’idzah hasanah oleh dua sesepuh, yang datang dari Malang diwakili oleh KH Qosim Bukhori, sedangkan dari pihak tuan rumah disampaikan oleh KH. Darwis Fathul Bari. Suasana hal berjalan khidmat dan penuh kekhusyukan, karena memang acara ini bukan semacam pesta reuni, tetapi sebuah acara yang dititik beratkan untuk mempererat tali silaturrahmi antar keluarga.

Dalam mau’idzahnya KH. Qosim Bukhori menyampaikan pentingnya mempererat tali silaturrahmi, karena hal ini memang salah satu ajaran penting yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Selain itu, beliau berharap keluarga besar ini akan selalu mengingat orang-orang tua mereka, terutama yang sudah meninggal, dengan cara mengirim doa-doa kepada mereka yang sudah meninggal, hal ini juga merupakan salah satu ajaran Rasulullah saw. Dan Mau’idzah kedua, sebagaimana disampaikan oleh KH Darwis Fathul Bari, beliau menyampaikan arahan bahwa jangan sekali-sekali kita memutuskan hubungan kekerabatan dengan keluarga yang lain. Mau’idzah beliau sangat menarik, karena disisipi cerita yang sungguh menggugah hati, insya Allah akan saya tulis pada bagian kedua dari tulisan ini.

Did you like this? Share it:

6 thoughts on “Mari mempererat tali silaturrahmi (1)

  1. Hasheem

    Wah bagus nich …. namun kok belum di tapilin ya untuk tempatnya di google eartnya …

  2. Ubaidillah Hil Ahrorr

    sebelumnya saya mau memperkenalkan diri, nami kulo Ubaidillah (obett) dan kebetulan saya juga keturunan Bani Ismail dari Maryam= Rachmiyah= Rachma= KH. Fathol Bari!!! kalo boleh "urun rembug" gimana klo kita bikin "mail list" utk Bani Ismail khususnya generasi yg sekarang (toh kita adalah keluarga besar, dan sangat besar.. mbok ya sudah semestinya kita punya ruang khusus di "dunia maya" ini!!) mengingat generasi Syech Ismail hampir mencakup seluruh belahan bumi…(hehehe.. hiperbolik) maaf kurang lebihnya!! saya tunggu "reaksi" dari njennengan!!! wassalam

  3. hoeda

    kira2 sapa ya yang bakal ikutan ?
    hehehe
    maunya sih mau, cuma jangan2 nanti cuma dua orang yang jadi membernya ? 😀

  4. abd halim

    kenalin bozz q dari malang tapi klrg kakek q orang madura
    q salah satu alumni ponpes ini
    da yg tau no tlp ponpes?………….mohon bantuan nya

  5. Muhammad Bakri bin KH Achmad Zayyadi Ismail

    sesuai dawuh paman diatas Hal yang paling penting silaturrahminya daripada member hehemz insyaAllah

Leave a Reply

Your email address will not be published.