Masjid al Bai'ah di Mina; antara dihancurkan atau dirawat

Bagi anda yang pernah melaksanakan ibadah haji, mulai tahun 2006 dan seterusnya, mungkin akan bisa mendapati sebuah masjid yang berada diarah pintu keluar tempat melempar jumrah di Mina. Sebuah masjid kecil yang terbuat dari batu, berwarna coklat kekuningan, dan saat ini telah dipasang pagar disekitarnya. Masjid ini disebut Masjid Al-Bay’ah. Bagi and yang memiliki program Google Earth, bisa melihat lokasi masjid ini pada posisi latitude : 21°25’29.02″N dan longitude : 39°52’2.99″E.

Pada saat saya melaksanakan ibadah haji tahun 2006, tidak banyak yang tahu tentang masjid ini. Saya sempat bertanya-tanya kepada orang yang melintas didekat masjid tersebut, rata-rata mereka tidak mengetahui tentang masjid ini. Dan bahkan pemerintah Saudi Arabia sendiri seakan membatasi informasi tentang masjid ini. Tetapi menurut beberapa riwayat yang kebenarannya juga belum begitu kuat, masjid ini dipercaya menjadi lokasi beberapa kali bai’at yang dilakukan oleh masyarakat Yatsrib atau Madinah, kepada Rasulullah SAW.

Kemudian apa istimewanya masjid tersebut ?

Memang tidak ada yang terlihat istimewa dari masjid tersebut, selain “ketegaran”nya mempertahankan diri dari upaya pembersihan disekitar lokasinya. Pemerintah Arab Saudi beberapa tahun belakangan ini melakukan perluasan besar-besaran atas lokasi Jumrah di Mina, mereka melakukan perluasan jalan masuk dan keluar para jamaah yang akan atau selesai melakukan jumrah. Salah satu cara yang mereka lakukan untuk perluasan ini adalah dengan meratakan beberapa gunung batu diarah pintu keluar lokasi pelemparan jumrah, epatnya arah barat daya lokasi jumrah, dekat dengan jalan tembus antara Mina dan Masjidil Haram.

Pada saat melakukan penghancuran gunung-gunung itulah muncul sosok masjid ini, dan sebagaimana tempat-tempat bersejarah yang lain. Pemerintah Saudi Arabia berusaha menghancurkannya dengan berbagai macam cara, baik dengan diledakkan atau menggunakan buldozer. Tetapi apa yang terjadi ? masjid tersebut tetap berdiri kokoh. Ya… masjid itu tetap berdiri kokoh hingga saat ini. Subhanallah.

Coba kita perhatikan lokasi masjid tersebut, masjid tersebut terletak ditengah-tengah jalan keluar para jamaah. Dan kalau saja seandainya bisa diratakan dengan tanah, sudah pasti masjid tersebut tidak ada lagi bekasnya. Jangankan sebuah masjid yang tidak lagi ditempati seperti itu, bekas rumah Rasulullah saw, setelah beliau menikah dengan Siti Khadijah, diratakan juga dengan tanah, bahkan sekarang sudah berubah menjadi toilet yang begitu megah.

Bahkan beberapa waktu yang lalu, ada kerabat yang baru saja datang dari Mekkah, bercerita bahwa telah terjadi keajaiban yang sungguh menakjubkan. Pekerja proyek perluasan berusaha mengangkat masjid tersebut dengan crane yang besar, tetapi mesjid tersebut tetap tidak mau bergerak, dan sempat “terbang” melayang diudara setinggi kurang lebih 0,5 meter selama seminggu, tidak bisa diturunkan dan tidak bisa dinaikkan. Subahanallah… Dan agar tidak terjadi kehebohan didunia Islam, pekerja proyek kemudian memasang beton dibawah masjid tersebut, sehingga terlihat masjid tidak lagi melayang diudara.

Berikut gambar masjid istimewa itu

Foto diatas ketika masjid baru ditemukan

Foto diatas, masjid sudah diberi pagar, dan berlokasi ditengah-tengah jalan


Technorati : , , Masjid al bay’ah, Masjidil Haram, , , ,

Did you like this? Share it:

Leave a Reply

Your email address will not be published.