Masjid Nabawi (bagian 1)

Setelah membaca sebuah tulisan tentang masjidil haram di blognya mas Oyi, yang berjudul Satu pilar di Masjidil Haram, saya juga jadi kepengen cerita tentang pilar-pilar dan beberapa bagian penting yang terdapat di masjid Nabawi Madinah. Sebuah Masjid yang keistimewaannya menduduki pringkat kedua setelah Masjidil Haram di Mekkah. Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang shalat dimasjidku, (pahalanya) setara dengan seribu shalat dimasjid yang lain selain Masjidil Haram.

Masjid yang berada ditengah kota Madinah ini, dibangun sendiri oleh Nabi SAW bersama-sama dengan para sahabatnya. sehingga sempurnalah bentuknya, seluas kurang lebih 30X35 meter. Masjid ini kemudian menjadi pusat kegiatan bagi umat Islam, dan mereka membangun rumah-rumahnya disekitar masjid tersebut. Pada tahun-tahun berikutnya Masjid Nabi tersebut mengalami perluasan, sehingga seprti yang saat ini bisa kita lihat keadaannya.

Bagian-bagian Utama Masjid Nabawi :

1. Raudlah asy-syarif :

Adalah sebuah bagian dari masjid Nabi yang terletak dibagian sebelah selatan dan timur masjid, atau searah dengan qiblat. Ada beberapa riwayat yang menjelaskan keutamaannya, diantaranya yang paling terkenal adalah hadits Nabi SAW : “Tempat diantara rumahku dan mimbarku, adalah sebuah kebun dari kebun-kebun yang ada disurga. Dan mimbarku itu berada pada satu pintu diantar pintu-pintu surga.” Sebuah riwayat dari Mirzam menjelaskan ukuran dari tempat yang dimulyakan tersebut. Mirzam berkata : “Aku bertanya pada Abu Abdillah tentang apa yang disebut banyak orang sebagai raudlah.” Abu Abdillah berkata :” Rasulullah SAW bersabda :Tempat diantara rumahku dan mimbarku, adalah sebuah kebun dari kebun-kebun yang ada disurga. Dan mimbarku itu berada pada satu pintu diantar pintu-pintu surga.” Kemudian aku bertanya lagi, kata Mirzam : ” Sampai dimana batas raudlah itu ?” Abu Abdillah menjawab : “Adalah setelah empat tiang dari mimbar sampai dengan naungan rumah Nabi.” Aku bertanya lagi : “Apakah bagian tengah masjid juga termasuk didalam raudlah ?.” Abu Abdillah menjawab :”Tidak.” . Tempat penuh kemuliaan ini hanya seluas 330m2, dibagian sebelah barat berbatasan dengan pembatas makam Rasulullah SAW, dan dari arah depan terdapat pembatas dari logam yang biasanya dijadikan sebagai tempat meletakkan al Qur’an. Sedangkan pada bagian belakang atau arah utara dan timur tidak ada pembatasnya, hanya terdapat beberapa tiang yang mempunyai perbedaan warna dengan tiang-tiang masjid yang lain.

2. Makam Rasulullah SAW :

Diantara tanah dipermukaan bumi ini paling suci, adalah tanah yang ditempati jasad yang penuh barakah, jasad kekasih Allah SAW. Terletak dibagian sebelah kiri masjid, dan dahulunya merupakan kamar pribadi Rasulullah SAW dan isteri beliau. Rasulullah SAW dimakamkan didalam kamar tersebut, dan kamar tersebut tetap dalam kondisinya sedari semula, sampai pada tahun 90 H, kamar tersebut dijadikan sebagai bagian dari masjid. Kemudian disekeliling makam yang mulia itu dibangun tembok berbentuk segi lima pada masa Khalifah al Walid dari Dinasti Umayyah, agar tidak serupa dengan ka’bah yang berbentuk persegi empat, sehingga tidak dikhawatirkan untuk dijadikan sebagai qiblat shalat. Orang pertama kali membuatkan penutup bagi makam yang mulia itu adalah Abdullah ibn Abi al Haija’, salah seorang pemimpin Dinasti Fathimiyah dari Mesir. Pada tahun 557 H, dibuatkan penutup dari logam yang ditanam disekitar Makam Nabi SAW, agar tidak terjadi pencurian atas Jasad yang mulia itu. Tahun 668 H, dibangun kisi-kisi penutup disekitar makam, dan termasuk rumah Sy. Fathimah RA, juga dimasukkan didalamnya. Kisi-kisi tersebut memiliki empat pintu, yang keadaannya tidak aa perubahan sampai saat ini.

Bersambung ke Masjid Nabawi (bagian 2)

Diterjemahkan dari Artikel ?????? ?????? ?????? ???????


Did you like this? Share it:

7 thoughts on “Masjid Nabawi (bagian 1)

  1. Fa

    OOT nih Gus, selamat idul fitri ya…. Mohon maaf lahir dan bathin 🙂

    iya maksih, maaf lahir bathin juga yah ?
    tapi aku lagi berduka nih :((

Leave a Reply

Your email address will not be published.