Menag Luncurkan Gerakan Masyarakat Maghrib Ngaji

Bandung(Pinmas)–Menteri Agama Suryadharma Ali meluncurkan “Gerakan Masyarakat Maghrib Ngaji” dalam rangka mencegah munculnya ajaran sesat di Indonesia.

“Gerakan Masyarakat Maghrib Ngaji dalam upaya menutup celah masuknya pikiran-pikiran atau ajaran sesat ke masyarakat, melalui gerakan ini diharapkan kekosongan dakwah bisa terisi, ” kata Menteri Agama Suryadharma Ali dalam pertemuan dengan pimpinan Pondok Pesantren tingkat Jawa Barat di Jatinangor, Sumedang, Kamis (17/3).

Gerakan yang bagi sebagian besar sudah berjalan di kalangan masyarakat muslim itu, kata Menag merupakan upaya untuk meningkatkan upaya secara bersama dengan tujuan menutup peluang masuknya pikiran yang menyesatkan masyarakat.

Ia menyebutkan marak atau masuknya aliran sesat sebagian kegagalan masyarakat dimana di tengah masyarakat masih banyak orang membutuhkan dakwah.

Kekosongan itu dimanfaatkan oleh sebagian golongan untuk memasukan pikiran-pikiran yang menyesatkan dan membuat kondisi kemasyarakatan tidak kondusif.

“Tindakan preventif harus dilakukan, tingkatkan kemampuan dakwah dengan demikian tak ada celah masuknya ajaran sesat. Selama ini memang ada celah yang harus segera dibenahi,” kata Suryadharma Ali.

Di lain pihak, Menag juga menghimbau kepada masyarakat untuk ikut menyelesaikan permasalahan yang ada dan tidak memicu atau muncul masalah baru.

Sementara itu pertemuan pimpinan pondok pesantren dan Ormas Islam di tingkat Provinsi Jawa Barat tingkat Jabar selain dihadiri oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dihadiri oleh Pangdam III Siliwangi Mayjen Moeldoko, Kapolda Irjen Pol Suparni Parto, Wagub Jabar H Dede Yusuf, Ketua MUI Jabar KH Hafidz Utsman.

Pada kesempatan itu, digelar juga diskusi antara Muspida Jabar itu dengan para pimpinan pondok pesantren.(ant/es)

Sumber : http://www.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=7291

 

Bandung(Pinmas)–Menteri Agama Suryadharma Ali meluncurkan “Gerakan Masyarakat Maghrib Ngaji” dalam rangka mencegah munculnya ajaran sesat di Indonesia.

“Gerakan Masyarakat Maghrib Ngaji dalam upaya menutup celah masuknya pikiran-pikiran atau ajaran sesat ke masyarakat, melalui gerakan ini diharapkan kekosongan dakwah bisa terisi, ” kata Menteri Agama Suryadharma Ali dalam pertemuan dengan pimpinan Pondok Pesantren tingkat Jawa Barat di Jatinangor, Sumedang, Kamis (17/3).

Gerakan yang bagi sebagian besar sudah berjalan di kalangan masyarakat muslim itu, kata Menag merupakan upaya untuk meningkatkan upaya secara bersama dengan tujuan menutup peluang masuknya pikiran yang menyesatkan masyarakat.

Ia menyebutkan marak atau masuknya aliran sesat sebagian kegagalan masyarakat dimana di tengah masyarakat masih banyak orang membutuhkan dakwah.

Kekosongan itu dimanfaatkan oleh sebagian golongan untuk memasukan pikiran-pikiran yang menyesatkan dan membuat kondisi kemasyarakatan tidak kondusif.

“Tindakan preventif harus dilakukan, tingkatkan kemampuan dakwah dengan demikian tak ada celah masuknya ajaran sesat. Selama ini memang ada celah yang harus segera dibenahi,” kata Suryadharma Ali.

Di lain pihak, Menag juga menghimbau kepada masyarakat untuk ikut menyelesaikan permasalahan yang ada dan tidak memicu atau muncul masalah baru.

Sementara itu pertemuan pimpinan pondok pesantren dan Ormas Islam di tingkat Provinsi Jawa Barat tingkat Jabar selain dihadiri oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dihadiri oleh Pangdam III Siliwangi Mayjen Moeldoko, Kapolda Irjen Pol Suparni Parto, Wagub Jabar H Dede Yusuf, Ketua MUI Jabar KH Hafidz Utsman.

Pada kesempatan itu, digelar juga diskusi antara Muspida Jabar itu dengan para pimpinan pondok pesantren.(ant/es)

Bandung(Pinmas)–Menteri Agama Suryadharma Ali meluncurkan “Gerakan Masyarakat Maghrib Ngaji” dalam rangka mencegah munculnya ajaran sesat di Indonesia.

 

“Gerakan Masyarakat Maghrib Ngaji dalam upaya menutup celah masuknya pikiran-pikiran atau ajaran sesat ke masyarakat, melalui gerakan ini diharapkan kekosongan dakwah bisa terisi, ” kata Menteri Agama Suryadharma Ali dalam pertemuan dengan pimpinan Pondok Pesantren tingkat Jawa Barat di Jatinangor, Sumedang, Kamis (17/3).

 

Gerakan yang bagi sebagian besar sudah berjalan di kalangan masyarakat muslim itu, kata Menag merupakan upaya untuk meningkatkan upaya secara bersama dengan tujuan menutup peluang masuknya pikiran yang menyesatkan masyarakat.

 

Ia menyebutkan marak atau masuknya aliran sesat sebagian kegagalan masyarakat dimana di tengah masyarakat masih banyak orang membutuhkan dakwah.

 

Kekosongan itu dimanfaatkan oleh sebagian golongan untuk memasukan pikiran-pikiran yang menyesatkan dan membuat kondisi kemasyarakatan tidak kondusif.

 

“Tindakan preventif harus dilakukan, tingkatkan kemampuan dakwah dengan demikian tak ada celah masuknya ajaran sesat. Selama ini memang ada celah yang harus segera dibenahi,” kata Suryadharma Ali.

 

Di lain pihak, Menag juga menghimbau kepada masyarakat untuk ikut menyelesaikan permasalahan yang ada dan tidak memicu atau muncul masalah baru.

 

Sementara itu pertemuan pimpinan pondok pesantren dan Ormas Islam di tingkat Provinsi Jawa Barat tingkat Jabar selain dihadiri oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dihadiri oleh Pangdam III Siliwangi Mayjen Moeldoko, Kapolda Irjen Pol Suparni Parto, Wagub Jabar H Dede Yusuf, Ketua MUI Jabar KH Hafidz Utsman.

 

Pada kesempatan itu, digelar juga diskusi antara Muspida Jabar itu dengan para pimpinan pondok pesantren.(ant/es)

 

Did you like this? Share it:

Leave a Reply

Your email address will not be published.