Mengapa harus bershalawat ?

Beberapa waktu yang lalu, sebuah televisi lokal diMalang, BatuTV, menyiarkan sebuah pengajian umum yang dihadiri oleh Prof. DR. M. Quraish Shihab sebagai pembicara tunggal. Saya sendiri tidak tau persisnya didaerah mana cara tersebut berlangsung, namun yang menarik, dalam acara pengajian tersebut Prof. Quraish mengupas tuntas tentang pentingnya bershalawat kepada Rasulullah SAW. Beliau mengutarakan sebuah analogi yang sangat menarik dan mengena tentang keharusan umat Nabi Muhammad SAW untuk senantiasa bershalawat kepada Baginda Nabi.

Apabila kita mendapatkan suatu pemberian dari orang lain, maka seyogyanya kita harus berusaha untuk membalas budi terhadap orang itu. Bahkan kalau pemberian itu adalah sesuatu yang besar dan bisa menyelamatkan jiwa kita, maka sudah merupakan kewajiban bagi kita untuk membalasnya. Dan Rasulullah telah memberikan sesuatu yang lebih dari semua itu kepada kita, yaitu keselamatan didunia dan akhirat. Karena itu tidaklah mungkin bagi kita untuk bisa membalas jasa beliau, hanya kepada Allah SWT kita bisa memohon agar dibalaskan apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW itu, yakni dengan membaca shalawat.

Dengan kata lain, kita membaca shalawat adalah sebagai permohonan kita kepada Allah SWT, untuk menganugerahkan rahmatNya kepada Rasulullah SAW, sebagai pembalasan atas jerih payah beliau dalam menyelamatkan umatnya, karena tidaklah mungkin umatnya yang bergelimang dosa ini sanggup membalas semua itu.

Maka dari itu, sungguh pelit dan tidak tau balas budi, orang yang tidak mau bershalawat. Sudah diselamatkan didunia dan akhirat, tapi hanya memintakan rahmat kepada Allah SWT saja dia tidak mau melakukannya. Na’udzubillah min Dzalik.

Did you like this? Share it:

2 thoughts on “Mengapa harus bershalawat ?

  1. oyi kresnamurti

    tidak membaca shalawat ya berarti tidak sholat. 9 kali kita bershalawat untuk Rasulullah dalam sholat lima waktu. bila ditambah dengan sholat sunnah muakkad, bisa tambah 5 kali lagi. itu minimal dalam sehari, belum lagi bershalawat selesai azan dan saat hendak mengucapkan doa ba’da sholat.

    jadi, siapa yg tidak bersholawat untuk Rasul? ya manusia kafir lah!

  2. Firman Asyhari

    http://www.facebook.com/DISKUSI.ILMU.TAUHID
    Antara sholawat dan sholat punya satu akar kata. Tentunya akan berubah makna. Dalam bahasa jawa, Sembah ada empat macam 1. Sembah gusti marang gusti =>Alloh memuliakan diriNya sendiri. 2.Sembah gusti marang insan =>Tuhan memuliakan para rosul.3. Sembah insan marang gusti =>ini disebut sholat. 4. sembah insan marang insan ==> ini disebut Hormat, Jadi kalau kita mengucap sholawat kepada Rosululloh itu maknanya sebagai penghormatan, karena kita semua mengenal islam dan mendapat hidayah yang luar biasa, berasal dari Rosululloh. Tentu saja kalimat sholawat punya makna pujian dan doa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.