Menghadapi malam pertama

Bagi pasangan yang akan menikah, malam pertama adalah malam yang paling ditunggu dan paling mendebarkan, antara takut dan rindu dendam berpadu menyatu dalam hati.Tetapi tidak banyak yang tahu bahwa menghadapi malam istimewa ini, mengharuskan masing-masing individu menyiapkan diri secara psikis. Selama ini kebanyakan pasangan pengantin baru, hanya menyiapkan diri secara fisik saja, dengan berbagai macam trik, gaya becinta dan tidak luput juga obat kuat.

Ternyata hampir sebagian persiapan itu tidak begitu berguna, mungkin hanya berguna bagi salah satu pasangan saja, khususnya bagi kaum laki-laki. Perlu ada komunikasi antara kedua individu yang telah bersepakat untuk bersatu itu, tentang apa akan dilakukan pada malam keramat itu. Bisa jadi ketika sang jagoan sudah bersiap dengan berbagai taktiknya, sedangkan sang putri malah mengharapkan suasana berbeda, bisa-bisa berantakan suasana malam pertama ini. Yang ada bukanlah keindahan dan romantisme, malah memunculkan masalah baru, yaitu trauma terhadap pasangannya.

Dalam sebuah perbincangan santai, salah satu sexolog mengungkapkan bahwa banyak pasangan ternyata tidak bisa memahami keinginan pasangannya, sehingga berakibat fatal dalam menjalani malam pertama itu. Apa yang selama ini dipersiapkan, tidak semuanya sesuai dengan apa yang dihadapinya. Kaum laki-laki lebih banyak mempersiapkan fisiknya, sedangkan kaum wanita lebih banyak mempersiapkan psikisnya. Maka harus ada titik temu antara da keinginan yang berbeda ini, agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

Berikut ini video yang berisikan perbincangan itu.

Did you like this? Share it:

Leave a Reply

Your email address will not be published.