NU Tak Pernah Tertarik Gagasan Khilafah Islamiyah

Senin, 13 Juli 2009 08:04 Jombang, NU Online
NU tidak pernah tertarik dengan gagasan kekhalifahan Islam atau khilafah Islamiyah. NU justru menegaskan negara nasional, dengan Pancasila dan NKRI sebagai bentuk final yang sah dan mengikat seluruh warga negara, termasuk umat Islam.

Demikian dikatakan peneliti gerakan Islam radikal M Kholid Syeirazi dalam Dialog Pondok Pesantren se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Sabtu (11/9) kemarin.

Dikatakannya, NU tidak terobsesi dengan Arabisasi dan internasionalisasi Islam. NU mewarisi gerakan dakwah Walisongo yang sejak awal adaptif terhadap budaya lokal. Gerakan NU menjalankan substansialisasi Islam, tidak memerangi bentuk tetapi menyusupkan isi.

“Sintesis kreatif ini secara baik ditunjukkan oleh model dakwah Sunan Kalijaga, yang menjelma dalam istilah-istilah kejawen tetapi sebenarnya berisi Islam, seperti Sekaten, Dalang, jimat Kalimosodo,” katanya seperti dilaporkan kontributor NU Online Wahib Putra Pamungkas.

Islam ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) ala NU, kata Kholid, merupakan harapan kebangkitan Islam dunia. Dalam hal ini, pesantren sebagai pusat pengajaran Islam Aswaja ala NU harus dapat menopang basis material dan intelektual Aswaja sebagai paham dan gerakan.

Pembicara lainnya dalam sesi dialog bertajuk Peran Strategis Pesantren Dalam Menghadapi Penetrasi Aliran dari Luar Aswaja, Idrus Ramli, mengungkapkan adanya perebutan makna Aswaja. Penulis buku Madzhab Asy’ari Benarkah Aswaja, Jawaban Terhadap Aliran Salafi ini menyatakan, konsep Aswaja saat ini juga diklaim oleh kelompok Salafi Wahabi.

“Kalau kita coba pergi ke toko-toko buku kebanyakan buku mengenai Ahulussunnah yang kita temukan adalah yang tulisan Wahabi,” katanya.

Ditambahkan masifnya serbuan gerakan Wahabisasi secara internasional tidak terlepas dari besarnya dukungan finansial yang menurut informasi mencapai tujuh ratus trilyun rupiah.

Di bagian akhir, KH Aziz Masyhuri dalam kesempatan itu mengingatkan pentingnya pendidikan Aswaja sejak dini. Pendidikan merupakan salah satu strategi bagi pesantren untuk membekali para santri sekaligus menjawab tantangan dari luar yang semakin ketat.

Kiai Aziz menyatakan, pesantren dan NU tidak cukup hanya mengkritik keberadaan faham di luar Aswaja, namun juga harus melakukan introspeksi terkait pengajaran Aswaja di lingkungan pesantren dan madrasah. “Kita tidak cukup mengkritik saja, tapi juga harus melakukan introspeksi diri,” katanya. (yus/nam)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=18415

Did you like this? Share it:

6 thoughts on “NU Tak Pernah Tertarik Gagasan Khilafah Islamiyah

  1. Haris

    Tidak adanya khilafah, Islam tidak akan sempurna. Para Walisongo (semoga Alloh merahmati mereka) adalah para perintis Islam di Nusantara, kitalah yang meneruskan perjuangan mereka. Kita tidak bisa hanya merintis terus.

    1. hoeda

      @ Mas Haris, kok bisa ada kesimpulan kalau tidak ada khilafa Islam ga akan sempurna? itu darimana kesimpulannya ? Bukannya Islam sudah sempurna sejak zaman Rasulullah SAW?

      1. gusti rahsellasna

        mas hoeda,klu ga ngrti tntang khilafah bnyk2 bc sjrh islam biar ngrti jgn ikut2an yg ga ngrti…..

        1. hoeda Post author

          Mas Gusti,
          ya itu dari hasil belajar saya, jadi tahu posisi khilfah itu seperti apa…
          dan lagian masa ada kelompok besar Islam dengan jumlah puluhan juta orang dan sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, ga ngerti soal khilafah ???
          Pastinya mereka juga sudah melakukan kajian mendalam dan teliti tentang isu ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.