Perpisahan yang begitu cepat

Hari itu, Kamis tanggal 11 Oktober 2007 atau bertepatan dengan tanggal 29 Ramadhan 1428, seperti biasanya aku berjamaah shalat subuh diMasjid dekat rumah. Dan seperti biasanya pula aku mengikuti ritual yang biasa dilakukan dimasjid setiap harinya, dan baru selesai sekitar pukul 05.00.

Setelah dari masjid aku bergegas pulang, dan sampai dirumah aku mendapat kabar kalau mertuaku, KH. Muhammad Amin Bukhori, jatuh dikamar mandi dan saat itu sedang koma di ICU RSI gondanglegi. Sementara istriku, sudah pergi beberapa saat yang lalu dengan diantar sepeda motor.

Jam 05.30, aku bergegas berangkat menuju RSI untuk melihat kondisi mertuaku itu, disana tampak sepi. Aku berpikir “mungkin beliau sudah masuk ruang rawat inap, seperti halnya beberapa bulan yang lalu…”. Aku bertanya pada petugas front office, dia malah menyuruhku bertanya pada petugas di UGD. Cepat-cepat aku menuju UGD untuk bertanya, dan betapa terkejutnya aku, petugas UGD bilang ” Pak Yai itu yah ?… sudah meninggal… tdai dibawa pulang…” Innalillah Wa’inna ilaihi raji’un…

Tiak terasa aku berlari menuju mobil yang sedang menunggu diluar, berikutnya kupacu mobil itu kerumah mertuaku itu, sampai disana orang-orang dan beberapa keluarga yang lain suah berkumpul. Dan jenazahnya juga sudah dimandikan.

Ada beberapa peristiwa yang membuatku takjub pada beliau, beberapa jam sebelum beliau meninggal, beliau masih sempat berbuka bersama dengan saudara-saudara beliau dan keluarga-keluarga yang lain, tidak tampak firasat apapun ketika itu, hanya saja ketika beliau diundang untuk berbuka bersama esok harinya, yaitu hari Kamis, beliau mengatakan tidak bisa datang, dengan alasan beliau sudah punya acara, yaitu mengkhatamkan pengajian yang diadakan dimasjid selama bulan puasa ini.

Setelah berbuka puasa, beliau pulang juga dengan mengendarai sendiri kendaraannya. Setelah itu aku tidak lagi bertemu dengan beliau untuk selamanya…

Dari cerita keluargaku, beliau masih menjadi imam shalat isya’ dan tarawih, kemudian menghadiri undangan pernikahan, bahkan beliau sendiri yang melakukan akad nikah. Sekitar jam 12.00 malam, sebagaimana biasanya beliau masih menjadi imam shalat qiyam al lail di masjid, sampai menjelang sahur.

Setelah selesai shalat qiyam al lail, beliau mempersiapkan makanan sahur untuk keluarga, menghangatkan sayur-sayur, menata piring-piring dan lain-lain. Berikutnya beliau bangunkan seluruh keluarga untuk bersahur. Setalah sahur bersama, bersama keluarga beliau duduk diruang tamu sambil menunggu adzan shubuh. Dan ketika dzan subuh berkumandang, beliau bergegas menuju kamar mandi untuk berwudlu. Dikamar mandi itulah, beliau terjatuh, dan tidak sadarkan diri… bahkan kemudian tidak tertolong lagi jiwanya ketika dibawa ke UGD… Innalillahi wa’inna ilaihi raji’un…

Telah berpulang seorang ulama besar, yang tidak hanya ‘alim, tidak hanya menguasai ilmu-ilmu agama, tetapi juga melaksanakan ilmu-ilmu itu dalam kehidupannya sehari-hari. Bahkan menjelang ajalpun, kehidupannya masih dipenuhi dengan berbagai macam ibadah.

Foto KH. Muhammad Amin Bukhori
Foto KH. Muhammad Amin (keempat dari kanan) dalam sebuah acara keluarga di Madura

Did you like this? Share it:

2 thoughts on “Perpisahan yang begitu cepat

  1. mk

    Sorri baru baca..
    Masa’ menantu kyai [edited] 😀
    Pantes saja jarang sekali YMan dan nongol di milis.. Turut berduka cita atas wafatnya mertua sampeyan hoed..

Leave a Reply

Your email address will not be published.