Pertentangan seputar jumlah rakaat shalat tarawih (bagian 3)

[FA_Lite id=”3296″] [FA_Lite id=”3296″] Dari beberapa penjelasan tentang jumlah rakaat shalat tarawih terdahulu yang dilaksanakan oleh para salaf al shalih, shahabat dan, para tabi’in, dapat diterik kesimpulan bahwa jumlah rakaat shalat tarawih tidak dibatasi. Syaikh ibn Taimiyah al Hanbaly mengatakan : “Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah membatasi jumlah rakaat shalat tarawih secara khusus. Barang siapa yang berpendapat bahwa jumlah rakaat tarawih dibatasi oleh Rasulullah SAW,baik yang banyak ataupun sedikit, maka pendapat itu jelas salah.”
Al Syaukani, sebagaimana dalam Nail al Authar berkata : ” Tentang ketentuan jumlah rakaat shalat yang disebut tarawih, dan ketentuan tentang bacaaan-bacaan surat tertentu dalam shalat tarawih, tidak pernah ada hadits yang menjelaskannya.”
Sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh sy Aisyah ra, beliau berkata : “Rasulullah tidak pernah menambahkan (jumlah rakaat shalatnya), baik dalam bulan Ramadlan maupun bulan lainnya, lebih dari 11 rakaat.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasa’i, Turmudzi dan Malik) Yang dimaksudkan oleh sy Aisyah tersebut adalah jumlah rakaat shalat witir, bukan shalat tarawih.Sy Aisyah ra mengatakan : “Maupun bulan lainnya”. Maksudnya bulan-bulan selain ramadlan yang tidak ada pelaksanaan shalat tarawih. Hal ini sebagai penjelasan bahwa shalat witir adalah shalat yang dilaksanakan baik dalam bulan Ramadlan atau diluar Ramadlan.
Imam al Turmudzi mengatakan : “Diriwayatkan dari Rasulullah SAW, shalat witir itu (jumlah rakaatnya) 13, 11, 9, 7. 5, 3 dan 1.” Apabila pada bulan diluar Ramadlan shalat witir Rasulullah SAW dilaksanakan 11 atau 13 rakaat, maka apakah masuk akal kalau dalam bulan Ramadlan beliau hanya melaksanakan 3 rakaat saja ? Kalau memang hadits diatas diartikan 8 rakaat shalat tarawih dan 3 rakaat shalat witir. Sungguh penjelasan yang susah diterima.
Kalau kemudian kita tetap berpegang teguh dengan pendapat tersebut, bahwa shalat tarawih hanya dilaksanakan sebanyak 8 rakaat saja, maka hal in bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh para shahabat, karena mereka melaksanakan tarawih sebanyak 20 rakaat, hingga masa Imam Malik dan imam Syafi’i. Dan apakah dapat kita terima ketika sy Aisyah ra menjelaskan bahwa para shahabat melaksanakan tarawih sejumlah 20 rakaat, dan kemudian beliau diam saja ketika melihat para shahabat melanggar sunnah Rasulullah SAW? (dengan melaksanakan tarawih 8 rakaat saja). Dan apakah dapat kita terima, kalau seandainya para shahabat itu melaksanakan tarawih (8 rakaat), padahal hal tersebut bertentangan dengan sunnah Rasulullah SAW ? Padahal kita mengetahui bahwa jumlah rakaat tarawih di Makkah adalah 20 rakaat, dan tidak ulama yang menentangnya.
Ibn Taimiyah berkata : “Saat Ubay ibn Ka’ab memimpin shalat tarawih sejumlah 20 rakaat, dan 3 rakaat shalat witir, hal ini oelh para ulama disebut sebagai sunnah, karena dilaksanakan oleh kaum Muhajirin dan Anshar dengan tanpa adanya penolakan. Inilah yang disebut sebagai Ijma’.”
Kesimpulannya : Bahwa para shahabat telah bersepakat bahwa shalat tarawih berjumlah 20 rakaat, demikina juga dengan tabi’in dan para pengikutnya. Dan tidak ada satupun salaf al shalih yang menentangnya, kecuali dalam hal menambahkan jumlah rakaat, melebihi 20 rakaat.

Diterjemahkan dari Mausu’ah Yusufiyah Fi Bayan Adillah al Shufiyah oleh Syaikh Yusuf Khathar Muhammad

Did you like this? Share it:

4 thoughts on “Pertentangan seputar jumlah rakaat shalat tarawih (bagian 3)

  1. Masdar Irama

    memang tidak mudah memahami  ibadah meskipun sunah seperti sholat tarawih mana yg labih sahih 20+3 witir atau 8+3 witir, hanya Allah yang Maha Tahu, ….Allah Yang Maha Penentu….. Faktor yg paling mempengaruhi seseorang yakin dan melaksanakan tarawih dengan jumlah rakaat tertertu adalah… pengetahuan awal ia mempelajari agama, dan lingkungan keagamaan dimana dia tinggal. Orang yg sejak kecil diperkenalkan dgn 11 rakaat pasti susah akan melepaskan keyakinannya itu, demikian halnya yg sejak kecil diperkenalkan dgn 23 rakaat pasti juga susah untuk merupah maindsetnya.  Hanya orang yang senantiasa membuka diri dan terus belajar ilmu agamanya secara mendalam ….insya Allah akan dapat hidayah dari Allah swt.

  2. cashac.loan

    Howdy ᴡould ʏou mind letting me know which webhost you’re utilizing?

    I’ve loaded your blog in 3cοmpletely diffеrent web browsers and I must say
    this blog loads ɑ lot qicker thᥱn most. Can yοu recommend a ɡood hosting provider at
    a reasonable ⲣrice? Cheers, I appгeciate it!

Leave a Reply

Your email address will not be published.