Rumahku adalah surgaku

Baity jannaty” adalah sebuah ungkapan yang biasa digunakan oleh umat Islam untuk menggambarkan betapa indahnya suasana suatu kediaman, tidak ada yang lebih indah dari surga, karena surga adalah puncak dari keindahan yang diciptakan oleh Yang Maha Indah.

Dalam beberapa literatur digambarkan bahwa kediaman sang Rasul pilihan ini sungguh sangat sederhana, bahkan jauh dari kesan sebagai kediaman seorang manusia pilihan. Hanya sepetak kamar, dengan beberapa peralatan rumah tangga dan sebuah tempat tidur didalamnya, yang kemudian tempat itu dijadikan juga sebagai pusaranya. Kalau anda penasaran dengan keadaan rumah Rasulullah, ada sebuah ilustrasi yang dibuat oleh Bahi Mashat yang menggambarkan kediaman sang Nabi, klik disini.

Dalam beberapa hadits dijelaskan bahwa seringkali Rasulullah SAW melakukan shalat sunnah dikediaman beliau, baru kemudian berangkat menuju masjid untuk menunaikan shalat wajib. Bahkan dalam suatu kesempatan Rasulullah SAW memerintahkan para shahabat agar melaksanakan sebagian ibadahnya dirumah masing-masing, agar rumahnya tidak menjadi seperti kuburan.

Rumah yang seperti kuburan sudah pasti tidak akan seperti surga, dan sudah bisa dipastikan juga akan membuat penghuninya tidak betah tinggal dirumah seperti itu. Maka memang sebaiknya rumah kediaman juga harus diprioritaskan untuk mendapatkan perlakuan istimewa, yaitu melaksanakan sebagian ibadah sunnah dirumah. Dari kegiatan ibadah itu tadi, rumah kediaman lambat laun akan menjadi surga dan kita betah tinggal didalamnya.

Did you like this? Share it:

6 thoughts on “Rumahku adalah surgaku

  1. darsono

    hmmm. . . inspiratif, man. sudah saatnya bikin pepatah baru: “rumput rumah sendiri lebih hijau ketimbang punya tatangga” . . . :p

  2. Ahmad HAriyanto

    subhanallah……..tidak bisa dibayangkan
    ternyata banyak orang islam yang tidak pandai mensyukuri rumah yang dimiliki

  3. U Iskandar Niza

    Tolong kami butuh hadits “Baity Jannaty” ( Bunyi Arabnya ) dan referensinya ngambil dari buku atau kitab pa?
    thx banget atas partisipasinya…

    semoga selalu inspiratif

    1. admin

      Subhanallah, untunglah mas bertanya seperti itu, ternyata setelah saya telusuri dengan lebih teliti, “hadits” tersebut lebih mengarah pada ungkapan yang biasa dipakai oleh umat Islam, dan sepertinya bukan hadits yang shahih, malah ada yang bilang itu hadits yang lemah sanadnya.
      karena itu artikel diatas saya edit mas, terkecuali kalau nantinya saya dapat menemukan referensi terpercaya yang menyatakan bayty jannaty adalah sebuah hadits, maka artikel diatas saya upayakan dikembalikan seperti semula.
      sekali lagi terima kasih atas pertanyaannya, yang sekaligus juga koreksi yang saya anggap sangat penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published.