Selamat ulang tahun Nabiku saw tercinta

Sabtu, 31 Maret 2007 adalah bertepatan dengan tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Sebenarnya tanggal ini tidak berbeda dengan yang lain, hanya saja pada tanggal tersebut, ratusan tahun yang lalu, telah lahir seorang manusia yang agung, yang menjadi penyelemat umat manusia. Dialah Nabi besar Muhammad Shallah ‘alihi Wasallam.

Umat Islam bersuka cita dihari kelahiran sang Nabi penghujung ini. Ada banyak kegiatan dilakukan, tidak hanya dalam sehari tersebut. Bagi saya yang dikampung ini, banyak kegiatan yang diadakan, diantaranya pengajian-pengajian umum, pembacaan barzanji yang berisikan syair-syair dan hikayat tenang Junjungan Nabi Muhammad saw.

Hanya belakangan ini aku lihat pembacan barzanji hanya menjadi sebuah ritual yang makin hari makin kehilangan maknanya. Bahkan banyak orang yang tidak tahu apa itu barzanji. Keadaan ini cukup membuat hati ini terenyuh dan prihatin. Orang-orang hanya sibuk dengan pesta dan bersuka ria. Bahkan beberapa diantaranya cuek bebek, tidak peduli.

Pada hari Jum’at kemaren, tanggal 30 Maret 2007, diMasjid didesaku diadakan peringatan maulid bersama, itupun hampir separuh orang meninggalkan masjid sebelum acara dimulai. Duh… benar-benar kebangeten banget. Bagaimana tidak prihatin melihat keadaan seperti itu ? Mereka ingin selamat didunia dan akhirat, tetapi sama sekali tidak memberikan perhatian yang sebanding kepada Nabi yang bisa menyelamatkan mereka. Dibantu mau, bantu gak mau… itu kata pamflet sebuah iklan rokok. Walaupun Nabi sendiri gak butuh bantuan kita sebagai umatnya.

Ada sebuah analogi yang patut kita renungkan. Bagaimana mungkin orang yang tidak kenal dan tidak tahu keadaan kita, mau membantu kita ? Tidakkah kita akan mengalami hal demikian kalau kita tidak mengenalkan diri dan tidak mendekatkan diri kepada Rasulullah saw ? Tak kenal, maka tak sayang. Tak sayang maka tak cinta.

Lihat saja prosesi pembacaan barzanji yang banyak dilakukan oleh umat Islam, jarang sekali yang terlihat khusyuk dan ta’dzim dalam merenungkan bacaan-bacaan barzanji itu. Padahal menurut beberapa pendapat ulama, diyakini saat pembacaan itu, Rasulullah saw hadir ditengah-tengah umat yang sedang berkumpul untuk memperingati hari kelahirannya. Ya… Rasulullah saw hadir saat itu, maka dalam setiap pembacaan barzanji, selalu ada bacaan-bacaan yang dilakukan sambil berdiri. Ketika itulah Rasulullah saw datang. Kedatangan beliau disambut dan dihormat dengan cara berdiri. Bahkan ada seorang ulama besar, almarhum Syaikh KH zaini bin Abdul Ghani, yang berasal Martapura Kalimantan Selatan. Setiap beliau sampai pada saat-saat untuk berdiri, saat membaca barzanji, beliau memberikan ruang terbuka, mulai dari pintu musholla ar Raudloh sampai ketengah-tengah kumpulan umat Islam yang sedang membaca barzanji itu. Seakan-akan beliau memberikan jalan khusus bagi Rasulullah saw untuk masuk, dan bergabung bersama dalam pembacaan barzanji itu.

Tetapi begitulah Rasulullah saw, walupun beliau dilupakan, tidak diperhatikan, tidak disambut, tidak diperingati hari kelahirannya, atau bahkan secara kasar dicuekin. Rasulullah saw tetaplah Rasul yang penyabar, yang sangat mencintai umatnya tanpa pandang bulu, yang selalu ingin menyelamatkan umatnya tanpa terkecuali. Sungguh tidak sebanding dengan apa yang dilakukan umatnya ini untuk beliau.

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.( Al Ahzab : 56)

Semoga kita menjadi umat yang pandai berterima kasih kepada Junjungan Kita Nabi Muhammad saw. Amin

Jawaban Prof. DR. As Sayyid Muhammad Al Maliki tentang Peringatan Maulid

Did you like this? Share it:

13 thoughts on “Selamat ulang tahun Nabiku saw tercinta

  1. Fa

    kayaknya sih, gara2 org2 pada nggak mau cari tau arti dr tiap syair barzanji itu deh Gus, makanya kebanyakan org2 jadi nggak bisa ikutan menghayati pembacaan barzanji.., mungkin, perlu ada satu pengajian khusus utk memahami barzanji secara massal spt pengajian utk kitab2 lain di mesjid atau pesantren2.

  2. ajier

    Makasih atas tulisannya. salam dan shalawat kepada beliau dan keluarganya. terasa beliau ada di sampingku membaca tulisan ini. Nabi ada dalam diri kita,,,,dan akan selalu ada.. selamat maulid. ambil berkahnya..

  3. oyi

    ihik ihik.. jadi inget waktu ngirim shalawat di raudah..
    Yaa Nabi salam alaika, yaa Rasul salam alaika, yaa habib salam alaika..
    thanks hoed..
    dari juragan bayem..

    @; iya om, ntu bikin kangen banged dech…
    duh kapan yah balik lagi ?

  4. muhtar

    betul sekali, saya paling sengeng klo bisa baca sholawat nabi tiap saat..AMIN

    @: Menurut beberapa riwayat, shalawat itu yang bisa menyelamatkan kita dalam sutuasi kacaunya dunia sekarang ini.
    Dengan baca shalawat, Rasulullah selalu hadir mendampingi kita dalam menjalani kehidupan ini.

  5. Nasrudddin

    Hal yang terpenting adalah bagaimana mengimplementasikan cita-cita dan tujuan kenabian itu dalam kehidupan baik dunia maupun akhirat. Dan suatu kesulitan apabila kita tidak mengenal diri kita sendiri apalagi mau mengenal orang lain. Peringatan maulid itu di sisi kami sangat penting meski itu hanya lambang secara syariat akan datangnya cahaya. akan tetapi secara hakikat bagaimana memahami sholawat kepada Nabi. Mari kita Menghidupkan MUHAMMAD dalam diri kita.
    Salut buat Anda.
    Masukan, untuk lebih khusyu adalah memahami arti kata2 dalam kitab ‘Iqd al-Jawahir itu (nama asli kitab al-Barzanji) karangan Sayyid Syekh Ja’far al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim. Bukan terjemahan, karena beda terjemahan beda ARTI

    @: betul sekali pendapat bapak, terutama mengenai terjemahan. Bukan berarti saya menolak terjemahan, tetapi ada beberapa terjemahan yang malah jauh dari arti yang diharapkan sebenernya. Jadinya bukan malah memahami dan meresapi

  6. Andri

    Copy paste dari milis:
    Perayaan Hari Kelahiran Nabi [Maulid Nabi]
    Rabu, 25 Mei 2005 07:14:12 WIB
    Kategori : Bid’ah Dan Bahayanya
    Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1441
    Perayaan Hari Kelahiran Nabi [Maulid Nabi]
    Oleh
    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

    Mohon maaf, komentar anda saya edit, karena terlalu panjang, toh sudah ada linknya kan untuk artikel lengkapnya ?
    Saya heran, kenapa orang mau mengungkapkan rasa cintanya kepada Rasulullah dilarang ?
    Kami yang orang-orang tradisoinal ini, merayakan kelahiran Rasulullah tiap minggu, itupun masih kurang, kalau perlu tiap malam kami rayakan.
    Dan memang tidak ada syari’atnya, tapi bukan tidak boleh. Kita pakai celana, dasi, seragam saja tidak ada syari’atnya, tapi bolehkan ?
    Saya jadi ingat pepatah, Tak kenal maka tak sayang, Tak sayang maka tak cinta…
    itu saja jawaban dari saya, semoga bermanfaat

  7. Andri

    Mas Hoeda,
    Ga apa apa kok anda edit .. silahkan
    Bagi kita umat islam ‘cinta rosul’ adalah harga mati.
    Jangankan tiap minggu , setiap saat kita harus selalu merasa cinta kepada beliau. Akan tetapi rosulullah sendiri tidak pernah mengajarkan perayaan2 kelahiran (spt org kristen dg peraaan natal nya). Misalnya kelahiran Nabi Ibrahim atau kelahiran dirinya sendiri. Kalau kita cinta Rosulullah Muhammad SAW cukupah kita teladani semua apa yang beliau ajarkan / contohkan. Bukan dg perayaan yg meriah semacam sekaten yg malah banyak syirik nya. Setan lebih takut / kuwatir pada manusia yang berbuat dosa, ketimbang pada manusia yg berbuat bid’ah. Karena manusia yg berdosa lebih mudah untuk sadar dan bertaubat ketimbang manusia yg berbuat bid’ah.
    Wallahualam

    Wah terima kasih atas balasannya mas, saya juga sepakat kalau “perayaan” yang berbau syirik itu adalah “perayaan” yang terlarang. Tapi bukan berarti “perayaan” yang lain, yang tanpa syirik juga ikut terlarang.

  8. DQ

    Maaf yah mas bukan mau sok tau atau sok pintar tapi hanya sekedar mengingatkan

    – pada hakekatnya suatu ibadah adalah terlarang sampai datang satu perintah untuk melakukannya

    – Rasulullah tidak pernah mengajarkan kita untuk memperingati hari lahirnya, dalam alquran juga tidak ada perintah semacam itu.

    -para sahabat dari generasi terbaik dalam sejarah islam (tabi’in, tabiut tabiin) juga tidak pernah melakukan hal itu. lalu mengapa kita harus melakukannya. kalaulah hal itu baik tentu para sahabat dari generasi terbaik ini sudah melakukannya dari dulu.

    – Setiap bid’ah adalah sesat dan kesesatan tempatnya di dalam neraka.

    – Berhati2lah saudaraku dengan fitnah akhir zaman karena dia datang dengan sangat halus dan menghanyutkan. Perbanyaklah membaca (Iqro) agar kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Jangan hanya mengandalkan insting dan logika

  9. admin

    Mas DQ yang baik dan selalu dirahmati Allah SAWT, terima kasih atas atensinya atas tulisan saya tersebut, mungkin sebaiknya saya jawab per-item saja mas.
    – kunci dari perbedaan kita mungkin ketika memahami ibadah ini mas, kalau saya malah sebaliknya, selama tidak terlarang, maka ibadah itu boleh-boleh saja dilaksanakan. tetapi tentunya dengan memandang nilai dan norma ajaran Islam yang telah baku dalam pelaksanaanya, jadi memang tidak semua kemudian bisa dilaksanakan, ada ibadah-ibadah yang memang sangat terlarang karena secara teologi dan pemaknaannya bertentangan dengan ajaran Islam.

    – kami yang merayakan maulid itu tidak meayakan dengan berfoya-foya kok mas, tetapi kami isi dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menggugah ingatan kita kembali kepada beliau, tidak ada pesta pora, tidak ada kembang api apalagi kue tart. Peringatan itu murni sebagai ungapan bentuk cinta kasih kepada beliau, yang diisi dengan pembacaan doa-doa, shalawat, pengajian, yang kesemua itu tidak ada larangan dalam al-quran maupun al hadits.

    – Para sahahabt memang tidak pernah melakukannya, tetapi apakah kita tidak melihat apa yang disekeliling kita tidak yang pas dengan kehidupan saat itu ? tidak ada yang 100% dapat hidup seperti pada masa Rasulullah SAW. yang terpenting adalah nilai-nilai baik yang terkandung dalam aktifitas tersebut tidak bertentangan dengan ajaran al-quran dan alhadits.

    – kalau semua bida’ah dihukumi sebagai kesesatan, maka Abu bakar ra sesat karena telah memerangi orang-orang yang tidak membayar zakat, Umar in Khatthab juga sesat, karena menetapkan masalah gharawain dalam fiqh mawarits, dan beberapa kebijakan shahabat yang lain masih banyak. Apakah mereka kemudian jadi penghuni neraka juga ?

    – Perayaan seremonial maulid bukan barang baru mas, ini sudah ada sejak masa shalahuddin al-ayyubi, dan sudah dilaksanakan sejak beberapa abad yang lalu, dan terbukti tidak banyak yang protes, hanya sejak kemunculan wahabi saja, peringatan seremonial maulid kemudian ramai diperbincangkan kembali.

    Demikian komentar saya, semoga amal ibadah kita senantiasa diterima oleh Allah SWT, mohon maaf apabila ada salah kata atau kurang sopan

  10. RHRA

    yang pasti sayidina hasan , sayidina husein, sayidina ali dan mungkin masih banyak keturunan Rosulullah yang di bunuh oleh orang2 yang anti tahlil, anti maulid dan anti terhadap keturunan baginda Muhammad rusulallah saw.

Leave a Reply

Your email address will not be published.