Shalat (bagian 1)

Allah SWT telah memerintahkan pada manusia yang beriman, sebagaimana dalam al Qur’an Surat al Baqarah 238, yang artinya :

“peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa[152]. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.”

Kita tahu bahwa yang dimaksud dengan shalat dalam ayat tersebut adalah shalat lima waktu, yang tidak diperkenankan untuk ditinggalkan oleh seorang muslim, dalam kondisi bagaimanapun, selama muslim tersebut masih terpelihara kesehatan akalnnya, wlaupun dia dalam keadaan lemah atau sakit yang sangat parah.

Dalam ayat tersebut Allah SWT, menyebutkan tentang shalat wusthaa, shalat tersebut adalah shalat ashar, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Allah menyebutnya secara khusus, dikarenakan keutamaan dan kemulyaannya.

Bahkan dalam kondisi tertentu, Allah memberikan kemudahan kepada manusia agar tetap bisa melaksanakan shalat, diantaranya adalah adanya kemudahan untuk melaksanakan shalat dalam situasi ketakutan dimedan perang (shalat khauf). Pada suatu ketika umat Islam bersama Rasulullah SAW sedang melakukan peperangan, kemudian mereka shalat dluhur sebagaimana biasanya. Sedangkan kaum musyrik saat itu sudah berada dihadapan umat Islam, sambil melihat kepada tentara Islam yang sedang shalat itu. Dan ketika umat Islam selesai malaksanakan shalatnya, sebagian kaum musyrik berkata : ” Kalau saja kita tadi menyerang mereka keteika sedang shalat, pasti kita bisa menang”. Kemudian seorang musyrik yang lain berkata : ” Mereka akan bershalat lagi setelah ini, shalat yang paling mereka senangi daripada orangtua dan anak-anak mereka.”, yang mereka maksudkan adalah shalat ashar. Lalu turunlah Malaikat Jibril AS kepada Rasulullah SAW dengan membawa serta tata cara shalat khauf.

Allah berfirman dalam surat Ar-Ruum ayat 31 :

“dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah”

Demikian juga dalam surat al Mu’minuun ayat 1-2 dan ayat 9 :

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya.”

“Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya”

Sementara itu dalam surat al Ma’arij ayat 19-23 :

” Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat. Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.”

Allah memberikan perkecualian terhadap manusia yang bisa tetap melaksanakan shalatnya, dari orang-orang yang selalu berkeluh kesah ketika mendapatkan kesusahan dan kikir ketika mendapatkan anugerah, seakan-akan Allah berfirman : “Orang-orang yang bershalat itu, tidaklah termasuk golongan manusia yang selalu berkeluh kesah dan kikir”.

Dalam surat al Ankabuut ayat 45:

“… dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dibanding ibadah-ibadah yang lain).”

Maka orang yang melaksanakan shalat, sebagaimana diperintahkan oleh Allah dan RasulNya, perilakunya dapat terjaga oleh shalatnya itu, dari perilaku-perilaku yang dilaang oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda : ” Bershalatlah kalian, sebagaimana kalian melihatku bershalat.”

Hanya orang yang bershalat sesuai dengan tatacara yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW, yang dapat dianggap sebagai mushalli ( orang yangbersalat) dan dianggap sebagai orang yang menjaga shalatnya dihadapan Allah SWT.

Diterjemahkan secara bebas dari Nasha’ihuddiniyah, karya Syaikh Abdullah Ba’lawy al Haddad.

Did you like this? Share it:

4 thoughts on “Shalat (bagian 1)

  1. ayahshiva

    tapi terkadang sulit banget untuk menjaga lima waktu

    ah ga juga kok boss, tinggal liat perjuangan orangnya aja untuk tetap memelihara shalat itu. Kalo perjuangan ga seberapa kuat, yah bakalan sering ilang deh…

  2. septianw

    setan ada dimana-mana pak. yang terus menggoda supaya meninggalkan sholat.

    lah emang itu kerjaan mereka… ga ada yang lain lagi…

Leave a Reply

Your email address will not be published.