Tips umrah dengan kursi roda

Semua orang pasti mengingikan kondisi yang sehat dan prima ketika menjalankan ibadah, terutama ibadah umrah yang pasti akan sangat banyak menguras tenaga. Namun terkadang cita-cita tersebuat tidak dapat terwujud karena faktor kesehatan, sehingga terkadang mengharuskan kita atau keluarga kita mau tidak mau harus menggunakan kursi roda untuk melaksanakan ibadah umrahnya.

Dengan menggunakan kursi roda memang akan membatasi gerak, namun akan sangat membantu pada saat melaksanakan thawaf, sa’i ataupun ketika diperjalanan saat akan mengunjungi miqat untuk memulai ibadah umrah. Sebenarnya bisa saja kita membayar jasa kursi roda yang sudah tersedia di dalam area Masjidil Haram, namun jasa ini cukup mahal juga, misalnya pada saat situasi agak sepi, untuk 7 kali putaran thawaf dan 7 kali putaran sa’i, mereka meminta imbalan 200 riyal. Dan pada saat sedang ramai, harga tersbut akan naik biasanya mencapai angka 300 sampai 400 riyal. Tinggal dikalikan dengan kurs rupiah saja tarif tersebut, maka nilainya bisa mencapai 1 juta Rupiah.

Untuk menyiasati pengeluaran sewa kursi roda ini, maka kita bisa membawa kursi roda sendiri. Bisa saja dengan meminjam kursi roda yang disediaan oleh pihak hotel, namun dengan resiko rebutan dengan jamaah yang lain, atau membawa kursi roda sendiri dari tanah air. Saya sendiri kebetulan harus membawa orang tua saya yang cukup punya masalah kesehatan dan tidak memungkinkan untuk berjalan, sehingga dengan terpaksa harus membawa kursi roda. Ternyata kursi roda ini sangat bermanfaat bukan hanya saat di tanah suci, ditanah airpun pada saat harus berputar-putar dibandara sangat terasa manfaatnya.

Berikut beberapa tips membawa kursi roda saat melaksanakan umrah :

  1. Pilihlah kursi roda yang ringan, usahakan mencari kursi roda yang bobotnya tidak sampai 10kg.
  2. Ketika sampai dibandara, laporkan kepada petugas penerbangan bahwa ada peumpang dengan kursi roda, seingga akan mendapatkan prioritas untuk masuk lebih dahulu ke pesawat.
  3. Bawalah kursi roda itu kepada petugas dibandara untuk diberi label bagasi.
  4. Apabila kita transit disuatu negara, kemungkinan kursi roda yang kita bawa tidak akan bisa keluar dari bagasi, namun jangan khawatir, dengan melaporkan kepada petugas bandara, mereka akan meminjamkan kursi roda kepada kita selama dibandara tersebut.
  5. Sesampai ditanah suci, carilah lebih dahulu lokasi-lokasi yang menyediakan akses kursi roda.
  6. Jangan nekat dengan membawa kursi roda masuk kedalam area yang tidak ada akses kursi rodanya, karena bisa jadi kita akan terjebik diarea tersebut.
  7. Hampir semua area di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, bisa diakses dengan kursi roda.
  8. Ada tempat dan waktu khusus bagi pengguna kursi roda untuk bisa masuk ke Raudlah dai Masjid Nabawi, cri tahu dulu jadwal dan tata caranya.
  9. Kursi roda tidak memungkinkan untuk turun kepelataran thawaf dilantai dasar di Masjdil Haram, kecuali dalam keadaan sepi.
  10. Untuk thawaf dan sa’i menggunakan kursi roda, disediakan dilantai 2 didalam Masjidil haram.
Did you like this? Share it:

Leave a Reply

Your email address will not be published.