Tragedi Priok, harusnya belajar dari Singapore

Terjadinya pertumpahan dari di Tanjung Priok, dimana berjatuhan banyak korban dan bahkan 3 nyawa melayang sia-sia, adalah sebuah tragedi yang sangat memprihatinkan. Dalam perkembangan selanjutnya, para pihak berseteru saling tuding siapa yang paling pas untuk dipersalahkan, dijadikan kambing hitam, dijadikan bahan untuk tudingan, dan segala bentuk pencarian alasan yang kadang ga masuk akal manusia yang sehat untuk dijadikan sebagai alasan yang tepat.

Berawal dari keingintahuan saya tentang perkembangan peristiwa ini, saya berkeliling dibeberapa situs berita, forum, website, blog, dan berbagai sumber berita yang beraneka ragam. Dari sekian banyak berita yang sempat saya baca, pikiran saya sejenak berhenti ketika membaca suatu komentar pembaca disalah satu forum yang membahas tentang peristiwa ini. Pembaca tersebut menuliskan status Facebook temannya yang kemungkinan tinggal di Singapura, saya sendiri tidak sempat melakukan copy paste status tersebut, karena terburu oleh rasa penasaran yang seakan memenuhi pikiran saya.
Dalam status FB tersebut, dituliskan bahwa di Singapura juga ada makam tokoh ulama terkemuka, yaitu Habib Noh. Juga mengalami situasi yang sama dengan makam mbah Priok, makam Habib Noh akan dilewati oleh pembangunan jalan TOL. Dan berdasarkan info di status FB tersebut, jalan TOL itu ternyata harus berbelok menghindari makam. Padahal jalan TOL itu dibangun dinegara Singapore, yang sebagain besar penduduknya tidak beragama Islam.
Tetapi saya tidak begitu saja percaya dengan isi status FB tersebut, maka saya langsung cek kebenarannya melalui situs peta online, wikimapia.org, dan ternyata memang benar adanya, Jalan TOL itu berbelok menghindari makam Habib Noh.
Nah setidaknya anda bisa membayangkan, kira-kira siapa yang harusnya bertindak adil dan bijaksana.

Did you like this? Share it:

One thought on “Tragedi Priok, harusnya belajar dari Singapore

Leave a Reply

Your email address will not be published.