Ya Rasul, aku rindu padamu…

Sayup-sayup malam ini terdengar alunan nada suara pembacaan barzanji di masjid didekat tempat saya bekerja, bacaan-bacaan itu mengalun dengan lembut mendayu-dayu, mengingatkan kita akan datangnya sang Nabi besar, Muhammad SAW. Sementara disisi yang lain, saya masih sibuk berkutat dengan perkerjaan yang sakan-akan tiada habisnya datanga silih berganti, seakan memang sengaja untuk menarik saya untuk menjauh dari kerinduan hati ini kepada sang Nabi akhir zaman itu.

Malam ini memang bertepatan dengan malam kelahiran Nabi junjungan umat Islam, Muhammad SAW, tepatnya malam tanggal 12`Rabiul Awwal. Malam dimana umat Islam bersuka cita dengan kehadirannya didunia. Karena itu banyak cara yang dilakukan umat umat Islam untuk memperingatinya, salah satunya adalah dengan membaca barzanji.

Berzanji berisikan  tentang cerita kehidupan Nabi Muhammad SAW, yang diceritakan secara berurutan,  yaitu mulai dari silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Di dalamnya juga dikisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad SAW, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia.

Nama Berzanji diambil dari nama pengarangnya yaitu Syekh Ja’far al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim. Ia lahir di Madinah tahun 1690 dan meninggal tahun 1766. Barzanji berasal dari nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzinj. Karya tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd al-Jawahir (Bahasa Arab, artinya kalung permata) yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw, meskipun kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.

Waktu terus berjalan, pembacaan barzanji semakin terdengar mengasyikan, semakin menarik hati ini untuk ikut bersama merayakan kehadiran Nabi yang agung itu.

Ya Nabi salam ‘alaik, Ya Rasul salam ‘alaik, sholawatullah ‘alaik…

Did you like this? Share it:

Leave a Reply

Your email address will not be published.